Dian Sastro for President
Ketika belenggu besi mengikat kedua kaki
dan tajamnya ujung belati menujam di ulu
tak akan lari walau akhirnya pasti mati
di kepala tanpa baja di tangan tanpa senjata
akh itu soal biasa yang singgah di depan mata kita
lusuhnya kain bendera di halaman rumah kita
bukan satu alasan untuk kita tinggalkan
banyaknya persoalan yang datang tak kenal kasian
menyerang dalam gelap
memburu kala haru dengan cara main kayu
tinggalkan bekas biru lalu pergi tanpa ragu
setan-setan politik kan datang mencekik
walau dimasa pacekik tetap mencekik
apakah slamanya politik itu kejam?
apakah selamanya dia datang 'tuk menghantam?
ataukah memang itu yang sudah digariskan?
menjilat, menghasut, menindas memperkosa hak-hak sewajarnya
maling teriak maling sembunyi balik dinding
pengecut lari terkencing-kencing
tikam dari belakang lawan lengah diterjang
lalu sibuk mencari kambing hitam
selusin kepala tak berdosa berteriak hingga serak
didalam negeri yang congkak
lalu senang dan "dalangpun" tertawa...he...he...he...he...
Pemilu.....
banyak orang orang munafik, sambil berakting.....kayak sinetron.
Banyak elit menjejali rakyat kecil dengan janji janji palsunya...
rakyat di buai selama bulan ini...
bulan berikutnya.....masih kah rakyat akan di manjakan?
Tidak memilih adalah suatu pilihan juga...
Hidup Dian Sastro....Dian Sastro for President...
posted by debyo at 3/24/2004 01:00:00 PM